Bismilah...
KAMU HAK SIAPA???
any answer????
Ya, kamu hak Allah...
Kita semua hak Allah...
why???
Simple
Because we are Allah's slave
BUT
Kita juga hak ibu bapa kita...
why???
Because we're theirs responsibility...
Allah said so...
Prophet SAW said it too,
“Redha Allah bergantung pada redha dua ibu bapa,
dan murka Allah bergantung pada murka kedua-dua ibu bapa.”
(Riwayat al-Hakim)
My dear readers,
Pernah x dalam hidup kalian...
Kalian merasakan bahawa...
Ibubapa terlalu masuk campur dalam urusan hidup kalian?
Sehinggakan kalian rasa tiada privasi...
(ala, macam drama dalam tv)
Biasanya pemikiran ini bermula dari awal remaja...
Dimana mereka rasa dah besar dan boleh berdikari sendiri...
Tapi perkara ini boleh jadi parah...
Kalu berlarutan sampai menjadi dewasa...
Ia bisa meningglkan garisan luka...
Yang akan membawa kepada derhaka...
yes...
DERHAKA
Ibubapa yang masuk campur dalam hidup kamu...
Itu adalah tanggungjawab mereka...
Itu adalah tanda kasih sayang mereka....
Ibubapa yang masuk campur dalam hidup kamu...
Walaupun kamu dah besar panjang....
Adalah kerana...
Mereka merindui kamu...
Kalu dulu waktu kamu masih bayi...
Kalian mereka dukung, peluk, cium,
Tidur bersama-sama...
Dimandikan dan bermain-main dengan buih sabun...
Semakin kamu besar...
Semakin kurang kemesraan itu...
Mereka merindui saat-saat itu...
Hendak didukung, kamu terlalu berat...
Hendak dipeluk, kamu kata rimas...
Hendak dicium, kamu malu dengan kawan-kawan...
Hendak tidur bersama, kamu mahu bilik sendiri
Hendak dimandikan, kamu sudah besar...
Jadi, bagaimana hendak mereka curahkan sayang yang terpendam?
Mereka merindui saat-saat itu...
Tatkala hak mereka semakin dipenghujung...
Apabila kamu sudah besar...
Hatimu tidak sepenuhnya kepada mereka...
Hatimu mencari sang jejaka...
Yang kamu akan habiskan sisa umur nanti...
Saat tangan dihulur...
Ungkapan akad dilafaz...
Mereka akan semakin merindu...
Kerana kamu bukan lagi hak mereka...
Mereka merindui saat-saat itu...
Tatkala usia dipenghujung waktu...
Kamu tiada dimata berhari-hari...
Berminggu-minggu...
Berbulan-bulan...
Hingga menginjak bertahun-tahun lamanya...
Benarlah kata orang...
Jauh dimata, dekat dihati...
Tapi kemana kerinduan dihati hendak dilepaskan?
Mereka merindui saat-saat itu...
Tatkala usia dipenghujung waktu...
Kamu tiada dimata...
Hendak didukung, kamu mendukung anakmu...
Hendak dipeluk, kamu memeluk anakmu...
Hendak dicium, kamu mencium anakmu...
Hendak tidur bersama, kamu menidurkan anakmu...
Hendak dimandikan, kamu memandikan anakmu...
Bagaimana dengan mereka?
Mereka tidak lagi punya rasa rindu...
Tatkala usia sampai disitu...
Dimanakan kamu saat itu...
Hendak kamucdukung, mereka sudah kaku...
Hendak kamu peluk, mereka diam...
Hendak kamu cium, mereka senyap...
Hendak tidur bersama, meeka sudah tidur...
Buat selama-lamanya....
Mereka tidak lagi punya rasa rindu...
Kerana tiba masa untuk kamu merindui mereka...
Tatkala usia terhenti disitu...
Apakah kamu akan mendukung mereka ke pusara?
Apakah kamu akan memeluk sekujur tubuh mereka itu?
Apakah kamu akan mencium mereka buat terakhir kalinya?
Kamu tidak bisa tidur bersama mereka....
Kamu hanya bisa menyediakan tempat tidur untuk mereka...
Tempat tidur abadi...
(Cik NuNu; 16 Aug '11; 10.57a.m)